selamat datang

Makacih ya udh mw mengunjungi blog_Q....
meskipun cuma sdikit yang bisa Q bagi cz pengetahuanQ yang juga masih jauh dari cukup, Insya Allah yang sedikit ini bisa memberi manfaat... maaf kalo masih ditemukan banyak kesalahan dan kekurangan...
harap dimaklumi...
diharapkan komentarnya..._^

Sabtu, 20 November 2010

PENGANGKUTAN AIR MELALUI XILEM

Tinjauan Pustaka
Air yang diserap bulu akar dan sel epidermis yang berdekatan dengan bulu akar itu akan diteruskan ke sel-sel korteks akar, endodermis, perisikel sampai k xylem akar. Jalur ini dinamakan transport extravaskuler karena tidak melalui jaringan pengangkut. Air dapat melewati plasma sel satu dan diteruskan ke plasma sel berikutnya dinamakan arus simplas atau melalui dinding sel dan ruang antar sel, dinamakan arus apoplas. Arus apoplas ini hanya sampai endodermis karena dinding sel endodermis mempunyai penebalan lignin yang tidak tembus air (pita caspari atau penebalan lebih lanjut), dan harus melewati plasma. Karena xylem akar berkesinambungan dengan xylem batang maka air diteruskan keatas lewat jaringan pengangkut (ini disebut dengan transport intra vascular). Dalam perjalanannya ke atas mungkina air juga meninggalkan xylem untuk bergerak menurut arah radial batang, lewat parenkim xylem atau jari-jari empulur menuju korteks batang (Harso, 2010).
Pembuluh xilem berasal dari sel-sel silindris yang biasanya mengarah keujung-ujung. Pada saat matang dinding sel-sel itu melarut dan kandungan sitoplasmiknya mati. Hasilnya adalah pembuluh xilem, saluran bersambung yang tidak mati. Hasilnya adalah pembuluh xilem bersambung dengan transpor air dan mineral keatas (Kimball, 1992).
Pengangkutan melalui berkas pengangkutan (pengangkutan intravaskuler) : Setelah melewati sel - sel akar, air dan mineral yang terlarut akan masuk ke pembuluh kayu (xilem) dan selanjutnya terjadi pengangkutan secara vertikal dari akar menuju batang sampai kedaun. Pembuluh kayu disusun oleh beberapa jenis sel, namun bagian yang berperan penting dalam proses pengangkutan air dan mineral ini adalah sel - sel trakea. Bagian ujung sel trakea terbuka membentuk pipa kapiler.Struktur jaringan xilem seperti pipa kapiler ini terjadi karena sel - sel penyusun jaringan tersebut tersebut mengalami fusi (penggabungan).Air bergerak dari sel trakea satu ke sel trakea yang di atasnya mengikuti prinsip kapilaritas dan kohesi air dalam sel trakea xilem.Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Pengangkutan Air (Kimball, 1992).
Pada dasarnya xilem merupakan jaringan kompleks karena terdiri dari beberapa tipe sel yang berbeda, baik yang hidup maupun tidak hidup. Penyusun utamanya adalah trakeid dan trakea sebagai saluran transpor dan penyokong. Xilem juga dapat mempunyai serabut sklerenkim sebagai jaringan penguat, serta sel-sel parenkim yang hidup dan berfungsi dalam berbagai kegiatan metabolisme. Floem juga merupakan jaringan kompleks, terdiri dari beberapa unsur dengan tipe yang berbeda, yaitu buluh tapisan, sel pengiring, parenkim, serabut dan sklereid. Kadang-kadang ada sel atau jaringan sekretori yang bergabung di dalamnya, misalnya kelenjar getah. Fungsi floem sebagai jaringan translokasi bahan organik (asimilat) yang terutama berisi karbohidrat. Dalam jumlah kecil ditemukan juga asam amino dan hormon. Jaringan Xilem terdapat pada bagian kayu tanaman sedangkan Jaringan Floem terdapat pada bagian kulit kayu (Anonimous, 2010).
Status air dan tumbuhan pada kecepatan relatif penyerapan air oleh akar dan kehilangan air oleh transpirasi menyerupai air yang tidak cukup oleh akarmenimbulkan devisit air dalam tumbuhan, termasuk sel-sel daun, suatu devisit yangmengakibatkan penurun evaporasi air dari daun sehingga transpirasi menjadi rendah.Selain itu, transpirasi yang berlebihan juga dapat menimbulkan defisit air. Sistemtransportasi bekerja sebagai suatu unit yang cenderung menjaga agar sel tumbuhanselalu dalam keadaan turgit atau segar (Anonimous, 2010).
Pengangkutan air dan garam - garam mineral pada tumbuhan tingkat tinggi, seperti pada tumbuhan biji dilakukan melalui dua mekanisme pertama, air dan mineral diserap dari dalam tanah menuju sel - sel akar. Pengangkutan ini dilakukan diluar berkas pembuluh, sehingga disebut sebagai mekanisme pengangkutan ekstravaskuler. kedua, air dan mineral diserap oleh akar. selanjutnya diangkut dalam berkas pembuluh yaitu pada pembuluh kayu (xilem), sehingga proses pengangkutan disebut pengangkutan vaskuler. Air dan garam mineral dari dalam tanah memasuki tumbuhan melalui epidermis akar, menembus korteks akar, masuk ke stele dan kemudian mengalir naik ke pembuluh xilem sampai pucuk tumbuhan.
Pengangkutan Ekstravaskuler, Dalam perjalanan menuju silinder pusat, air akan bergerak secara bebas di antara ruang antar sel. Pengangkutan air dan mineral dari dalam tanah di luar berkas pembuluh ini dilakukan melalui 2 mekanisme, yaitu apoplas dan simplas.
Pengangkutan air melalui pembuluh kayu (xilem), terjadi karena pembuluh kayu (xilem) tersusun seperti rangkaian pipa-pipa kapiler.Dengan kata lain, pengangkutan air melalui xilem mengikuti prinsip kapilaritas. Daya kapilaritas disebabkan karena adanya kohesi antara molekul air dengan air dan adhesi antara molekul air dengan dinding pembuluh xilem.Baik kohesi maupun adhesi ini menimbulkan tarikan terhadap molekul air dari akal sampai ke daun secara bersambungan.
Akar tumbuhan menyerap air dan garam mineral baik siang maupun malam. Pada malam hari, ketika transpirasi sangat rendah atau bahkan nol, sel-sel akar masih tetap menggunakan energi untuk memompa ion – ion mineral ke dalam xilem.Endodermis yang mengelilingi stele akar tersebut membantu mencegah kebocoran ion - ion ini keluar dari stele.
Kunci utama teori kohesi-tensi pada transport air adalah pada sel-sel xylem yang mengkonduksi air, ada tekanan negative kontinyu merentang dari daun keakar. Transpirasi (evaporasi air dari daun dan bagian tanaman lain yang terpapar udara) akan menyebabkan tensi. Bila molekul air meninggalkan daun, maka penggantinya akan tertarik karena adanya tensi ini. Daya kolektif ikatan hydrogen antar molekul air akan menyebabkan kohesi sehingga air dapat tertarik keatas sebagai suatu kolum atau buluh cairan yang kontinyu (Tim Dosen, 2005).


Hasil Pengamatan
No.
Waktu
Hasil Pengamatan
Pengamatan
Perlakuan Xilem
Perlakuan Floem
1
Hari ke-2
segar
segar
2
Hari ke-4
segar
layu
3
Hari ke-6
layu
Sangat layu

Pembahasan
Air merupakan salah satu faktor penentu bagi berlangsungnya kehidupan tumbuhan. Air didalam tubuh tumbuhan selalu mengalami fluktuasi. Untuk memenuhi kebutuhan terhadap air inilah pentingnya kerja dari berkas pengangkut yaitu xylem. Berkas pengangkut xilem terdapat pada bagian paling dekat dengan empulur sedangkan floem pada bagian kulit batang.
Air dari lingkungan akan diserap dan bergerak melalui pipa-pipa memanjang di dalam jaringan vaskuler xylem. Daya kering udara menyebabkan terjadinya transpirasi yaitu evaporasi air keudara bebas. Transpirasi menyebabkan air dalam xylem mengalami tegangan sehingga ketika air berevaporasi meninggalkan tubuh tumbuhan, tegangan air pada xylem memungkinkan molekul-molekul air ini untuk bergerak keatas menggantikan molekul air yang hilang. Hal ini terus terjadi secara berkesinambungan untuk kelangsungan hidup tanaman.
Pada Pengamatan Hari ke-2, keadaan tumbuhan masih sama-sama segar, pengurangan air pada botol juga sangat banyak, hal ini menunjukkan bahwa perlakuan dengan menggunakan vaselin tersebut belum begitu berpengaruh dan berkas pengangkut masih bekerja optimal sebagaimana fungsinya. Namun pada pengamatan hari ke-4 tanda-tanda tumbuhan mengalami gangguan fisiologis mulai Nampak pada tanaman Catharantus roseus yang diberikan perlakuan floem, hal ini ditunjukkan dengan keadaan daun yang mulai layu dan hampir tidak terjadi pengurangan air. Sedangkan tanaman dengan perlakuan xylem masih Nampak segar. Hingga akhir pengamatan yaitu hari ke-6, semakin Nampak bahwa tanaman dengan perlakuan floem Nampak semakin layu bila dibandingkan dengan tanaman perlakuan xylem, air pada botol juga tidak mengalami pengurangan. Hal ini menunjukkan bahwa kinerja xylem mulai menurun.
Berdasarkan hasil pengamatan ini, Nampak tumbuhan Catharantus roseus perlakuan xylem lebih segar bila dibandingkan perlakuan floem. Hal ini disebabkan karena pada perlakuan xylem bagian batang tumbuhan dikerat sepanjang 2 cm hingga pembuluh floemnya hilang, Jadi walaupun pangkal batang tumbuhan dilapisi vaselin untuk menghalangi air masuk kedalam tubuh tumbuhan tapi air tetap dapat masuk kedalam jaringan xylem melalui batang yang dikerat tersebut. Sedangkan pada perlakuan floem pangkal batang Catharantus roseus tidak dilapisi vaselin namun bagian batang yang dikerat hingga floemnya hilang dilapisi dengan vaselin sehingga menghalangi masuknya air kedalam pembuluh xylem. Air yang masuk kedalam tubuh tumbuhan pada perlakuan floem lebih sedikit dari pada air yang masuk pada tubuh tumbuhan perlakuan xylem.
Pada Bagian batang diatas keratan juga memperlihatkan bagian yang kecoklatan dan lembek bila dibandingkan dengan bagian batang lainnya yang berwarna hijau dan tegar. Bagian kecoklatan ini mungkin saja terbentuk akibat jaringan pengangkut yang tidak bekerja sebagaimana mestinya karena adanya perlakuan-perlakuan tambahan seperti mengerat kulit batang untuk menghilangkan floemnya dan terhalangnya air masuk karena lapisan vaselin pada xylem.

 Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengamatan dapat disimpulkan bahwa tumbuhan memperoleh suplai air untuk kelangsungan hidupnya dari jaringan pengangkut xylem pada batang. Floem digunakan sebagai berkas pengangkut hasil fotosintesis. Terhalangnya pembuluh xylem dapat menyebabkan tumbuhan mengalami gangguan fisiologis karena tumbuhan tidak dapat memperoleh suplai air.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar